November 24, 2025
Ketua-BPS-Lampung-bahas-ekonomi-Lampung
Sharing is caring

Bandar Lampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat tren positif dan memprediksi adanya lonjakan signifikan pada produksi padi di tahun 2025.

Berdasarkan hasil Kerangka Sampel Area (KSA) amatan bulan September 2025, total produksi padi di Provinsi Lampung berpotensi mencapai 3,20 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, mengatakan capaian tersebut menandai peningkatan cukup besar, yakni 408,88 ribu ton atau 14,65 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang tercatat sebesar 2,79 juta ton GKG.

“Peningkatan produksi padi ini sejalan dengan naiknya perkiraan luas panen di Lampung,” ujar Ahmadriswan, Rabu (5/11/2025).

Menurutnya, kenaikan produksi tersebut juga dipengaruhi berbagai faktor seperti kondisi cuaca, program pupuk subsidi, dan dukungan dari berbagai pihak dalam menjaga stabilitas produksi pertanian.


Luas Panen Meningkat 12,37 Persen

BPS mencatat total luas panen padi di Lampung tahun 2025 berpotensi mencapai 597,48 ribu hektare, naik sebesar 65,76 ribu hektare atau 12,37 persen dibandingkan tahun 2024 yang seluas 531,72 ribu hektare.

Ahmadriswan menjelaskan, dinamika luas panen dan produksi padi 2025 menunjukkan peningkatan tajam di awal tahun.

“Pada Subround I (Januari–April 2025), luas panen meningkat sebesar 90,67 ribu hektare dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produksi padi pada periode ini juga mencatat kenaikan terbesar, yakni 509,51 ribu ton GKG,” jelasnya.

Memasuki Subround II (Mei–Agustus 2025), terjadi penurunan luas panen sebesar 28,58 ribu hektare dan produksi turun 99,41 ribu ton GKG.

Kemudian pada Subround III (September–Desember 2025), Provinsi Lampung diperkirakan mengalami peningkatan luas panen 3,67 ribu hektare, meski produksi padi kemungkinan mengalami sedikit penurunan sekitar 1,22 ribu ton GKG dibandingkan tahun 2024.


Produksi Beras Naik 14,65 Persen

Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi masyarakat, total produksi beras di Provinsi Lampung tahun 2025 diperkirakan mencapai 1,84 juta ton, naik 235,05 ribu ton atau 14,65 persen dari 1,60 juta ton pada tahun 2024.

Ahmadriswan menjelaskan, perhitungan produksi padi ini merupakan hasil integrasi antara data luas panen dari Survei KSA Padi dan data produktivitas dari Survei Ubinan Padi.

“BPS telah mengadaptasi pemutakhiran data KSA Padi tahun 2025 dengan menggunakan Lahan Baku Sawah (LBS) tahun 2024 seluas 337.284 hektare,” ungkapnya.

Angka LBS 2024 tersebut mengalami penurunan sekitar 24.415 hektare (6,75 persen) dibandingkan dengan LBS tahun 2019 yang tercatat sebesar 361.699 hektare.

Lebih lanjut, Ahmadriswan menegaskan bahwa angka total luas panen dan produksi padi 2025 ini masih bersifat sementara, karena mencakup potensi hingga Desember 2025.

“Namun tren ini menunjukkan bahwa sektor pertanian di Lampung terus tumbuh positif dan berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *